Selasa, 23 Agustus 2011

Saya nggak ngerti kamu...





Selalu, saya khawatir. Kemarin kamu kecelakaan, dan bahkan saya sudah merasakannya sebelum bencana itu datang. Tapi kita ini nggak punya hubungan apa-apa. Maka saya menghaturkan simpati selayaknya teman. Tapi caramu membalas BBM saya seolah, kamu menyukai kekhawatiran saya ke kamu. Mungkin kekhawatiran lusinan teman perempuan kamu lainnya. Dan saya jadi berpikir, mungkin saya ini hanya satu diantara yang sekian. Mungkin saya hanya satu diantara yang lusinan. Dan itu memuakkan saya. Sebab saya nggak mau masuk himpunan.


Hari ini kamu upload foto di facebook tentang kecelakaan itu. Menunjukkan foto kecelakaan yang ,melibatkan angkutan travel dan truk trailer. Hati saya kalut dan takut. Untunglah kamu selamat dan tak kurang suatu apapun. Masih mampu memotret kejadian dan memamerkannya di muka umum lewat sarana facebook. Tapi apa yang kamu inginkan dengan melakukan itu? Kamu menampik simpati semalam. Menutupi kondisimu, sekaligus menikmati kekhawatiranku.

Lalu apa yang kamu inginkan sebenarnya?


Apa tujuan dan motivasi yang kamu inginkan dengan ini semua? Perasaan menyenangkan untuk diperhatikan? Perasaan di atas angin karena ada yang mengkhawatirkan kamu? Perasaan diinginkan oleh sekian banyak perempuan? Yang walaupun menyebalkan, saya akui, ya saya menginginkan kamu. Tapi itu tidak cukup membuat saya untuk bersikap tidak menghormati diri saya sebagai perempuan.


Yang pasti saya nggak mau masuk himpunan. Saya tidak mau menjadi perempuan yang mati-matian untuk mendekati dan mengharapkan perhatian kamu. Atau justru mati-matian berharap kamu memperhatikan mereka. Saya tidak semenyedihkan itu. Saya memang khawatir sama kamu. Sangat. Saya ingin menjumpaimu dan menemanimu sepanjang hari, supaya kamu nggak ngerasa sendirian. Dan nggak ngerasa tidak cukup di perhatikan oleh siapapun. Sebab, ya saya memperhatikanmu.


Tapi saya nggak pengen perhatian yang saya berikan sama kamu, kamu gunakan untuk menebalkan egomu. Saya sayang kamu setulus hati. Sebab saya tulus sama kamu, maka saya mengharapkan hal yang sama ke kamu. Jika kamu ingin saya perhatikan, yang kamu butuhkan hanya memintanya...


Seandainya kamu tahu itu,



Always yours,
R

Tidak ada komentar: