Ketika aku menulis ini, aku telah mengalami bermalam-malam tanpa tidur. Mataku tak bisa terpicing sekalipun. Nyalang dalam gelap. Ketakutan menjawab berbagai macam yang melintas di kepalaku. Aku merasa sedemikian "sakit" memikirkanmu. Dan benakku sedemikian obsesif dengan kamu. Dan itu menakutkanku. Itu sangat menakutkanku. Aku merasa ada seorang alien yang tinggal dalam diriku dan mensentak-sentak ingin keluar. Kamu dan perasaanku padamu adalah alien itu. Ruang yang sedemikian penuh, dan meluber menggenangi lainnya. Itu menyakitkan Y. Sangat.
Aku kian hari kian lemah. Aku pikir aku tak sanggup bertahan. Pilihanku hanya dua. Jika aku tak mengatakan padamu. Lebih baik aku menjauhimu dengan cara ekstrim. Aku tak bisa bertahan. Aku nggak sanggup. Katakan aku pengecut. Memang. Aku sangat pengecut dan aku takutan. Apakah aku tidak menginginkanmu? Ya, aku sangat menginginkanmu. Tapi bagaimana apapbila engkau tak cukup merasakan hal yang sama. Untuk apa? Untuk apa aku mengatakan semua. Yang tersisa kemudian hanya luka.
Aku sudah 28 Y. Jam biologisku berdetak kencang. Aku punya prioritas-prioritas dalam hidup yang harus kugapai. Aku ingin menata hidupku lebih baik. Jika kamu memang bukan pemberhentianku, maka sebaiknya aku harus segera mencari yang lain. Hingga aku betul-betul berhenti. Ya, aku selalu berlari. Aku melakukannya pada semua laki-laki. Kadang aku sangat berharap, aku dicintai saja. Sebab konsekuensi mencintai bagiku nampak sedemikian menakutkannya.
Aku harus menjauhimu Y. Apapun konsekuensinya. Aku tak bisa berada dalam kondisi terombang-ambing seperti ini. Aku punya kehidupan. Jika kamu tak ingin menjadi bagian dari hidup itu, maka janganlah masuk. Jangan mengetuk. Melangkah saja, melangkah saja. Pergilah saja. Pergilah sejauh yang kamu mau. Jauhi diriku. Tinggalkan semuanya tepat disitu. Aku akan mematahkan hatiku sendiri dan berlalu dari kamu. Aku akan menyakiti hatiku lagi. Aku bisa melakukannya sekali. Aku akan melakukannya lagi.
Jadi, sebaiknya begitu. Keputusanku telah bulat. Suatu saat akan datang lelaki, mungkin bukan kamu... Akan datang lelaki lain yang menjadi alasan mengapa hubungan denganmu ini tak berhasil.
R
Tidak ada komentar:
Posting Komentar